Pernah kepikiran bawa masuk snack Korea, kopi Vietnam, atau cokelat Eropa ke Indonesia? Tren makanan impor makin naik, dan peluang bisnisnya juga besar. Tapi, sebelum barangmu bisa sampai ke rak toko atau dijual online, ada beberapa tahapan penting yang harus dilewati.
Nah, di artikel ini kita bahas step by step cara impor makanan ke Indonesia, lengkap dengan tips biar nggak ribet di jalan.
Kenapa Impor Makanan Itu Menarik?
Permintaan makanan impor di Indonesia terus meningkat. Mulai dari camilan unik, minuman kekinian, sampai bahan baku untuk industri F&B, semuanya punya pasar. Dengan strategi yang tepat, kamu bisa jadi pemain utama di bisnis ini.
Tahapan Cara Impor Makanan ke Indonesia
1. Tentukan Produk Yang Mau di Impor
Mau impor biskuit, minuman, atau bahan baku? Jenis produk menentukan dokumen dan izin yang dibutuhkan. Jadi pastikan dari awal, jangan sampai salah langkah.
2. Siapkan API (Angka Pengenal Importir)
Ini semacam KTP untuk importir. Tanpa API, kamu nggak bisa impor secara resmi.
3. Urus Izin Edar BPOM
Produk makanan impor wajib punya izin edar dari BPOM. Prosesnya termasuk uji lab, pendaftaran produk, sampai persetujuan label dalam Bahasa Indonesia.
4. Lengkapi Dokumen Wajib
Dokumen standar impor makanan biasanya:
-
- Invoice & Packing List
-
- Bill of Lading/Airway Bill
-
- Sertifikat kesehatan dari negara asal
-
- Sertifikat halal (opsional, tapi disarankan)
5. Customs Clearance di Bea Cukai
Saat barang tiba di pelabuhan atau bandara, akan dicek dokumen dan fisiknya. Kalau semua beres, baru deh barang bisa keluar.
6. Distribusi ke Pasar
Setelah lolos, tinggal kamu atur strategi distribusi. Bisa masuk ke retail modern, reseller, atau jualan online.
Tantangan yang Perlu Diwaspadai
- Proses izin BPOM bisa makan waktu.
- Biaya perizinan & uji lab lumayan tinggi.
- Risiko barang ditahan di pelabuhan kalau dokumen kurang lengkap.
Tips Biar Impor Makanan Lancar
- Gunakan jasa freight forwarder berpengalaman, biar nggak pusing urus dokumen.
- Selalu cek regulasi terbaru, aturan bisa berubah tiap saat.
- Hitung semua biaya (pajak, izin, bea masuk) supaya harga jual tetap kompetitif.
Kesimpulan
Mengimpor makanan ke Indonesia memang penuh aturan, tapi bukan berarti ribet kalau tahu jalannya. Dengan persiapan dokumen yang tepat, izin BPOM beres, dan partner logistik yang bisa dipercaya, proses impor makanan bisa jadi lebih simpel. Kalau kamu serius mau terjun ke bisnis ini, langkah pertama adalah riset produk dan regulasi, lalu temukan partner impor yang bisa bantu prosesnya. Dari situ, peluang cuan besar sudah menunggu di depan mata!
